Beranda / Berita Daerah / Bupati Buol Pimpin Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting: Targetkan Tim Jadi Orang Tua Asuh, Sasaran Capai Target Nasional Tahun Ini  

Bupati Buol Pimpin Rapat Koordinasi Percepatan Penurunan Stunting: Targetkan Tim Jadi Orang Tua Asuh, Sasaran Capai Target Nasional Tahun Ini  

BUOL, FAKTAINFODESA – Pemerintah Kabupaten Buol menggelar Rapat Koordinasi Penanganan Stunting yang berlangsung di Ruang Rapat Bupati pada Selasa, 3 Maret 2026. Rapat strategis ini dipimpin langsung oleh Bupati Buol, Risharyudi Triwibowo, M.M., didampingi Wakil Bupati Buol,Moh Nasir Dj.Daimaroto,SH.,MH dan Sekretaris Daerah Kabupaten Buol, Moh.Yamin Rahim,SH.,MH

Pertemuan yang berlangsung selama tiga jam tersebut dihadiri oleh seluruh Kepala Dinas yang tergabung dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Buol, termasuk Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, serta perwakilan dari kecamatan dan desa se-Kabupaten Buol.

Dalam pembukaan rapat, Bupati Risharyudi mengungkapkan bahwa capaian penurunan stunting di Kabupaten Buol hingga akhir tahun 2025 mencapai 21,3%, turun dari 26,7% pada tahun sebelumnya. Meskipun telah menunjukkan perkembangan positif, angka tersebut masih belum mencapai target nasional yang ditetapkan sebesar 14% pada tahun 2026.

“Kita telah melakukan banyak upaya, namun tantangan masih besar. Banyak faktor yang menyebabkan stunting, mulai dari akses gizi yang tidak memadai, sanitasi yang buruk, hingga kesadaran masyarakat yang masih perlu ditingkatkan,” ujar Bupati.

Salah satu poin krusial dalam arahan Bupati adalah instruksi untuk seluruh jajaran tim menjadi “Orang Tua Asuh” bagi anak-anak penderita stunting. Setiap pejabat dan anggota TPPS akan ditugaskan untuk mengawasi secara langsung perkembangan 5-10 anak stunting di wilayah kerja masing-masing.

“Saya minta seluruh tim yang terlibat serius dalam menurunkan angka stunting di Kabupaten Buol. Bukan sekadar koordinasi di atas meja, saya instruksikan para pejabat dan tim terkait untuk menjadi Orang Tua Asuh bagi anak-anak penderita stunting,” tegas Bupati.

Program ini akan meliputi pemantauan pertumbuhan badan dan berat badan anak secara berkala setiap dua minggu, memberikan edukasi kepada keluarga tentang pola makan sehat, serta memastikan anak mendapatkan akses layanan kesehatan dan bantuan gizi yang diperlukan. Setiap “orang tua asuh” akan membuat laporan perkembangan anak yang dipantau dan menyampaikannya secara bulanan ke TPPS Kabupaten.

Selain arahan mengenai orang tua asuh, rapat juga membahas beberapa poin strategis untuk memperkuat penanganan stunting:

Rapat memutuskan untuk melakukan validasi ulang data balita stunting di seluruh kecamatan pada bulan Maret 2026. Tujuan utama adalah memastikan data yang tercatat di sistem kesehatan sesuai dengan kondisi aktual di lapangan, sehingga intervensi dapat diberikan secara tepat sasaran.

“Data yang tidak akurat akan membuat program kita salah sasaran. Oleh karena itu, seluruh kecamatan harus bekerja sama dengan petugas kesehatan desa untuk melakukan verifikasi data secara menyeluruh,” jelas Sekretaris Daerah.

Bantuan gizi tambahan berupa bubur gizi dan susu akan diberikan secara berkala kepada balita stunting, dengan pengawasan langsung dari petugas kesehatan dan “orang tua asuh” yang ditunjuk

Bupati juga menekankan pentingnya kolaborasi antar dinas tanpa ego sektoral. “Kita semua memiliki tujuan yang sama: memberikan masa depan yang lebih baik bagi anak-anak Buol. Tidak ada ruang untuk perselisihan atau kesalahpahaman yang dapat menghambat program ini,” ucapnya.

( Diskominfo)

Editor : Syafri Sakula

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *