Acara berlangsung di Aula Lantai 3 Kantor Bupati, fokus pada sinergi agama dan pembangunan daerah
BUOL,FAKTAINFODESA – Bupati Kabupaten Buol, H. Risharyudi Triwibowo, MM, secara resmi membuka kegiatan Musyawarah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Buol, Rabu.04/03/2026, Acara yang berlangsung di Aula Lantai 3 Kantor Bupati ini menjadi wadah bagi para ulama se-Kabupaten Buol untuk berkumpul dan membahas berbagai isu terkait agama, masyarakat, dan pembangunan daerah.

Dalam pidato pembukaan, Bupati Risharyudi menyampaikan apresiasi kepada MUI Kabupaten Buol yang telah berperan penting dalam menjaga keharmonisan beragama dan memberikan bimbingan kepada masyarakat. “MUI memiliki peran strategis dalam membangun karakter bangsa dan menyelaraskan nilai-nilai agama dengan upaya pembangunan daerah,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Kabupaten Buol saat ini tengah berakselerasi menuju transformasi ekonomi melalui visi Agropolitan
Turut hadir dalam kegiatan tersebut , Sekretaris Daerah kabupaten buol,Moh.Yamin Rahim,SH.,MH , ketua Panitia Musda , Dr.Tonang Malongi,MA , Seluruh pengurus Ponpes di kabupaten buol, Tokoh agama , Organisasi keagamaan ,PLT ketua MUI, pengurus MUI provinsi Sulawesi Tengah
Musda kali ini mengangkat tema “Optimalisasi Peran Ulama, Menuju Buol yang Agamis, Agropolitan, Maju dan Berkelanjutan” dan dilaksanakan selama dua hari, mulai 4 hingga 5 Maret 2026.
Ia berharap seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh tanggung jawab demi melahirkan keputusan-keputusan terbaik bagi umat dan daerah.
Plt. Ketua MUI Kabupaten Buol, Dr. H. Nurkhairi, M.Si , dalam sambutannya menyampaikan bahwa amanah sebagai Pelaksana Tugas Ketua MUI Buol yang diembannya sejak Juni 2025 merupakan tanggung jawab besar yang diberikan oleh Pengurus MUI Provinsi Sulawesi Tengah.
Ia menjelaskan bahwa penunjukan tersebut melalui berbagai pertimbangan, dengan harapan mampu melakukan konsolidasi organisasi serta mempersiapkan pelaksanaan Musda secara baik.
Menurutnya, meskipun dalam pelaksanaan terdapat berbagai keterbatasan dan tantangan, semangat kebersamaan dan komitmen untuk membesarkan organisasi tetap menjadi prioritas.
“Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam proses persiapan. Namun yang terpenting adalah bagaimana Musda ini dapat melahirkan program-program kerja yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat, merangkul seluruh elemen umat di tengah keberagaman, serta memperkuat peran ulama dalam membimbing umat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan pemerintah daerah dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius dan harmonis.
Perwakilan Pengurus MUI Provinsi Sulawesi Tengah dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Musda MUI Kabupaten Buol.
Mereka menegaskan bahwa Musda merupakan momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi, mempertegas peran MUI sebagai mitra strategis pemerintah, serta sebagai pengayom umat dalam menjaga kerukunan dan stabilitas sosial keagamaan.
Pengurus MUI Provinsi berharap kepengurusan yang terpilih nantinya mampu membawa MUI Buol semakin solid, adaptif terhadap perkembangan zaman, dan responsif terhadap persoalan-persoalan umat. ***
( Syafri Sakula )










