FAKTAINFODESA – Sagu adalah tanaman yang sangat penting di Indonesia, terutama di daerah tropis yang lembab. Indonesia memiliki cadangan sagu terbesar di dunia, sekitar 85% dari total cadangan sagu global. Namun, sayangnya, potensi ini belum dimanfaatkan dengan baik. Misalnya, produksi tepung sagu di Indonesia masih jauh dari kapasitas maksimal yang bisa dicapai. Sagu bisa menghasilkan pati yang lebih banyak dibandingkan padi atau jagung jika dikelola dengan benar. Selain itu, sagu juga mudah tumbuh di lahan yang kurang subur dan tidak memerlukan banyak pupuk kimia, sehingga lebih ramah lingkungan.
Masalah yang Dihadapi
Namun, dalam kebijakan pembangunan pangan, sagu sering diabaikan. Pemerintah lebih fokus pada beras, sehingga tanaman lokal seperti sagu mulai terlupakan. Di Kabupaten Buol, yang memiliki tradisi panjang dalam mengonsumsi sagu, tanaman ini mulai menghilang. Banyak makanan tradisional yang berbahan dasar sagu, seperti boid dan bagea, terancam punah.
Lanskap Sagu yang Menyusut
Kabupaten Buol memiliki banyak area yang cocok untuk pertumbuhan sagu, terutama di daerah rawa dan pesisir. Namun, dalam dua dekade terakhir, banyak lahan sagu beralih fungsi menjadi sawah untuk produksi beras. Hal ini mengurangi jumlah pohon sagu yang ada, dan banyak desa kini hanya memiliki sedikit atau bahkan tidak ada sagu sama sekali.
Dampak pada Kuliner Tradisional
Makanan bukan hanya sekadar untuk dimakan, tetapi juga mencerminkan budaya dan pengetahuan lokal. Di Buol, banyak makanan tradisional bergantung pada tepung sagu. Ketika sagu semakin sulit ditemukan, makanan-makanan ini juga terancam hilang. Generasi muda yang tidak mengenal sagu lebih cenderung menyukai makanan instan, sehingga tradisi kuliner yang ada bisa hilang.
Kegagalan Kebijakan Pangan
Masalah ini juga terkait dengan kebijakan pangan yang lebih luas. Kebijakan yang terlalu fokus pada beras membuat tanaman lokal seperti sagu kehilangan tempatnya. Ketergantungan pada satu jenis komoditas pangan membuat sistem pangan menjadi rentan. Keberagaman pangan sangat penting untuk menjaga ketahanan pangan.
Ancaman pada Identitas Budaya
Kuliner tradisional adalah bagian dari identitas budaya suatu masyarakat. Ketika bahan baku makanan tradisional semakin sulit ditemukan, tradisi memasak juga bisa hilang. Jika tidak ada tindakan, generasi mendatang hanya akan mengenal makanan-makanan ini sebagai cerita masa lalu.
Menyelamatkan Sagu dan Identitas Buol
Diperlukan perubahan dalam kebijakan pembangunan pangan untuk mengangkat kembali sagu sebagai komoditas penting. Beberapa langkah yang bisa diambil termasuk melindungi lahan sagu dan mengembangkan program untuk revitalisasi kebun sagu. Ini bukan hanya tentang melestarikan tanaman, tetapi juga tentang menjaga keberagaman pangan dan identitas budaya masyarakat Buol.
Ketika sagu hilang dari Buol, yang hilang bukan hanya tanaman, tetapi juga ingatan, pengetahuan, dan identitas masyarakat yang telah hidup berdampingan dengan alam selama berabad-abad.***
Penulis Adalah. Pemerhati Sosial & Budaya Buol










