Beranda / POJOK INTERNASIONAL / Serangan Gabungan AS-Israel ke Iran Tewaskan Lebih dari 1.000 Warga Sipil, Duta Besar Iran Mendesak Negara Islam Kutuk Tindakan Tersebut   

Serangan Gabungan AS-Israel ke Iran Tewaskan Lebih dari 1.000 Warga Sipil, Duta Besar Iran Mendesak Negara Islam Kutuk Tindakan Tersebut   

JAKARTA,FAKTAINFODESA – Serangan militer gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran yang dimulai sejak Sabtu (28/2/2026) telah menewaskan lebih dari 1.045 warga sipil dan melukai sekitar 6.000 orang lainnya hingga Kamis (5/3/2026). Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei juga terbunuh dalam serangan awal pada tanggal 28 Februari.

Alasan Serangan dan Perkembangan Konflik

Presiden AS Donald Trump menyatakan operasi militer tersebut dilakukan untuk “melindungi rakyat AS” dengan alasan menangkal ancaman yang diduga berasal dari pengembangan senjata nuklir Iran. Sebelumnya, pada Desember 2025, sumber diplomatik Eropa telah memperkirakan kemungkinan serangan Israel terhadap Iran terkait dengan dugaan kembalinya upaya pengembangan senjata nuklir Iran dan kapasitas peluncuran yang operasional.

Serangan kembali menghantam ibu kota Teheran, kota suci Qom, wilayah Iran Barat, dan Provinsi Isfahan pada Rabu (4/3). Israel mengaku menargetkan fasilitas militer termasuk pasukan paramiliter Basij serta bangunan terkait keamanan internal Iran, sementara beberapa serangan juga merusak perumahan warga sipil. Badan Energi Atom Internasional (IAEA) melaporkan kerusakan di dua bangunan dekat situs nuklir Isfahan, namun tidak ada kerusakan pada fasilitas yang menyimpan material nuklir.

Sebagai tanggapan, Iran telah meluncurkan serangan balasan menggunakan rudal dan drone terhadap Israel serta pangkalan militer AS di kawasan Teluk. Meskipun sebagian besar berhasil dicegat, beberapa senjata mengenai aset militer dan infrastruktur sipil, dengan puing-puing juga jatuh di daerah pemukiman. Hingga kini, serangan juga telah meluas ke Lebanon, dengan pasukan darat Israel merasuk wilayah tersebut dan menargetkan markas kelompok Hizbullah.

Korban dan Dampak Humaniter

Data dari Kementerian Kesehatan Iran mencatat hingga Kamis (5/3) ada 926 orang tewas, dengan 180 di antaranya adalah anak-anak dan remaja di bawah usia 18 tahun, termasuk seorang bayi berusia satu tahun. Sebanyak 87 persen korban tewas adalah laki-laki dan 13 persen lainnya perempuan, dengan 2.054 orang masih dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif. Tim medis telah melakukan minimal 502 tindakan bedah untuk menyelamatkan nyawa korban

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan sekitar 100 ribu orang telah mengungsi dari Teheran sejak awal konflik. Presiden Trump menyatakan konflik ini berpotensi berlangsung beberapa minggu dan mengklaim “kepemimpinan Iran dalam keadaan kacau”.

Pernyataan Duta Besar Iran untuk Indonesia

Dalam konferensi pers pada Senin (2/3) malam di kediamannya di Menteng, Jakarta Pusat, Duta Besar Iran Mohammad Boroujerdi mendesak negara-negara Islam untuk mengutuk serangan tersebut jika dianggap ilegal. “Kami berharap negara-negara Islam memberikan kutukan secara keras terhadap serangan ilegal yang terjadi,” tegasnya.

Beliau juga kembali menegaskan bahwa Iran menolak tawaran mediasi dari beberapa negara, termasuk Indonesia yang menyatakan siap memfasilitasi dialog dan kesediaan Presiden Prabowo Subianto untuk menjadi mediator. “Kami tidak ada negosiasi dalam bentuk apa pun dengan kaum musuh, karena kami sudah tidak percaya dengan negosiasi,” katanya, merujuk pada tiga kali negosiasi sebelumnya dengan AS yang berujung pada pelanggaran perjanjian atau serangan. Presiden Rusia Vladimir Putin juga telah menawarkan diri sebagai mediator, namun Iran tetap konsisten menolak.

Tanggapan Internasional Sebelumnya

Sebelum nya Pada Juni 2025, setelah serangan Israel terhadap Iran pertama kali terjadi, Indonesia bersama 22 negara lainnya mengeluarkan pernyataan bersama yang mengutuk tindakan tersebut, menyatakan serangan melanggar hukum internasional dan Piagam PBB. Pada saat yang sama, Pakistan juga menyerukan kesatuan negara-negara Islam untuk menghadapi “agresi Israel” terhadap Iran, dengan Menhan Pakistan Khawaja Asif mendesak pertemuan darurat Organisasi Kerjasama Islam (OKI).***

( CNN & ANTARA NEWS )

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *