Beranda / Kesehatan / Kasus Resep Obat Pasca Operasi di RSUD Buol: Dinilai Akibat Miskomunikasi  

Kasus Resep Obat Pasca Operasi di RSUD Buol: Dinilai Akibat Miskomunikasi  

BUOL,FAKTAINFODESA – Kasus yang berkaitan dengan resep obat atas nama pasien Reza Fajar Satrio di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buol telah mendapatkan klarifikasi resmi dari pihak rumah sakit dan dokter yang menangani. Dokter Aksan, dokter ahli bedah yang membuat resep tersebut, menyatakan bahwa permasalahan yang muncul adalah akibat kesalahan miskomunikasi antara tim medis dan keluarga pasien.

Dalam pertemuan dengan keluarga pasien, Dokter Aksan menjelaskan bahwa obat yang diresepkan adalah suplemen tambahan untuk pasca operasi yang tidak bersifat wajib. “Obat ini merupakan pilihan tambahan bagi pasien pasca operasi, bisa digunakan atau tidak sesuai dengan kondisi dan kemampuan pasien,” ujarnya.

Menurut Dokter Aksan, resep tersebut dibuat berdasarkan ketersediaan obat di apotek rumah sakit. “Di apotek RSUD Buol sendiri terdapat berbagai jenis obat termasuk yang seperti itu. Jika obat tersebut tidak bisa dibeli karena tidak ditanggung BPJS, kami memiliki alternatif obat lain yang tersedia di rumah sakit dan bisa diakses pasien,” jelasnya.

Kendala muncul karena penjelasan mengenai pilihan obat dan alternatif tersebut tidak sampai kepada keluarga pasien pada saat kasus terjadi. Hal ini menyebabkan kesalahpahaman bahwa pasien diwajibkan membeli obat di luar rumah sakit.

Direktur RSUD Kabupaten Buol, Dokter Maryati M.A.R.S, juga memberikan penjelasan terkait kasus ini. Ia menyatakan bahwa telah memberikan instruksi resmi kepada seluruh dokter di rumah sakit untuk tidak meresepkan obat yang harus dibeli di luar dan tidak membebani pasien dengan biaya tambahan yang tidak perlu.

“Saya telah menyampaikan secara jelas kepada setiap dokter bahwa tidak diperbolehkan meresepkan obat yang harus dibeli di luar rumah sakit. Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan medis yang baik dan tidak memberatkan pasien serta keluarga,” ujar Dokter Maryati.

Sebagai bentuk tanggung jawab, Dokter Aksan telah memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada pasien Reza Fajar Satrio, keluarga pasien, serta seluruh pasien yang berobat di RSUD Buol. Pihak rumah sakit juga menyatakan akan melakukan evaluasi ulang terhadap sistem komunikasi antara tim medis dan keluarga pasien untuk mencegah terjadinya kesalahpahaman serupa di masa mendatang.

“Kami akan meningkatkan koordinasi dan komunikasi agar informasi mengenai perawatan dan obat pasien dapat sampai dengan jelas kepada keluarga. Selain itu, kami juga akan memperkuat sosialisasi tentang prosedur pengelolaan obat dan pilihan yang tersedia bagi pasien,” tambah Dokter Maryati.

Pihak rumah sakit mengimbau agar masyarakat yang memiliki pertanyaan atau kekhawatiran terkait pelayanan medis dapat langsung menghubungi bagian pelayanan atau pihak terkait di RSUD Buol untuk mendapatkan klarifikasi yang benar.

( Syafri Sakula )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *