bayan dengan satu pukulan keras kepada hati umat:
“Umat ini tidak akan bangkit selama mereka lebih mencintai dunia daripada dakwah.”
Beliau mengatakan bahwa ketika dakwah ditinggalkan, Allah mencabut keberkahan dari waktu, tenaga, keluarga, bahkan dari ibadah. Masjid menjadi sepi, rumah kehilangan nur, dan generasi muda jauh dari agama. Semua itu karena satu sebab: dakwah tidak lagi menjadi maksud hidup.
Maulana berkata dengan suara tegas:
“Selama umat tidak kembali kepada dakwah, mereka tidak akan pernah merasakan kemenangan. Pertolongan Allah tidak turun pada umat yang diam. Pertolongan Allah turun pada umat yang bergerak.”
Beliau mengingatkan bahwa kerja dakwah bukan kerja kelompok tertentu, bukan kerja ulama saja, bukan kerja orang alim saja—ini kerja seluruh umat Nabi Muhammad
Setiap rumah harus ada taklim.
Setiap kampung harus ada ziarah.
Setiap masjid harus ada penghidupan iman.
Setiap orang harus keluar di jalan Allah walau sesingkat mungkin.
Maulana Saad menegaskan lagi:
“Jika umat meninggalkan dakwah, Allah tidak memerlukan kalian. Allah akan datangkan kaum lain yang menggantikan kalian.”
Beliau mengatakan bahwa dunia ini tidak akan berubah dengan ceramah, wacana, atau keluhan. Dunia berubah hanya dengan pengorbanan, sebagaimana para sahabat berubah ketika mereka rela mengorbankan harta, waktu, tenaga, dan seluruh hidup mereka.
Di akhir bayan, Maulana menggetarkan suasana dengan seruan:
“Bangunlah wahai umat Muhammad! Hidupkan iman dalam diri, hidupkan agama dalam rumah, hidupkan dakwah di seluruh penjuru bumi. Jika kita tidak bergerak hari ini, maka besok mungkin sudah terlambat.”
Bayan ditutup dengan doa yang membuat hati bergetar:
“Ya Allah, pilih kami untuk agama-Mu. Jangan Engkau gantikan kami dengan kaum lain. Gunakan hidup kami, waktu kami, dan keluarga kami untuk agama-Mu *****








