BUOL,FAKTAINFODESA – Sejumlah wali murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Bokat, Kabupaten Buol, menyampaikan keluhan serius terkait dugaan kualitas makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan melalui Petugas Satuan Pemberian Makanan (SPPG) pada Senin, 26 Januari 2026. Kejadian ini memunculkan pertanyaan mengenai sistem pengawasan dan pemeriksaan bahan makanan dalam program yang bertujuan untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak sekolah.
Para wali murid mengungkapkan kekecewaan setelah salah satu siswa membawa pulang paket MBG yang berisi telur rebus, nasi putih, dan sayuran tumis. Saat akan disajikan untuk makan malam, keluarga mendapati telur tersebut mengeluarkan aroma tidak sedap yang menyengat, dengan bagian kulit yang mulai menggelap dan cairan yang keluar dari dalam.
“Anak saya bilang telur sudah terasa tidak biasa saat dibawa pulang, tapi dia tidak mengerti apa artinya. Begitu saya buka bungkusan, baunya langsung menyebar dan jelas sudah tidak layak makan. Untung kami tidak segera memberikannya kepada anak sebelum memeriksanya dengan cermat,” ujar , salah seorang wali murid yang pertama kali menemukan kondisi telur busuk.

Kepala SPPG Bokat, Jefryanto saat di hubungi melalui Telepon Via WhatsApp membantah tudingan tersebut dan mengatakan bahwa itu semata-mata bukan kesalahan pihak SPPG sebap menurutnya Pengantaran makanan MBG ke sekolah itu jam 9 pagi lewat sedikit dan seharusnya itu di konsumsi saat di sekolah paling lambat stenga jam setelah serah terima, namun yang terjadi di sekolah tersebut menurut Jefry justru makanan ini di bawa ke rumah dan di makan nanti pas malam hari
” Bayangkan saja , dari jam sembilan kami bagikan MBG ke sekolah – sekolah dan salah satu siswa SDN 2 Bokat ini membawakan makanan tersebut ke rumah dan di makan nanti malam, ini kan sudah terkontaminasi dengan zat yang lain “. Ungkap Jefry
Olehnya Jefryanto menambahkan jika makanan itu di konsumsi saat disekolah dan kondisinya kurng baik ,pihak SPPG selaku penyedia siap mengganti , namun yang sangat disesalkan oleh SPPG makanan ini justru di bawa ke rumah dan nanti di konsumsi di saat malam hari,katanya .
Hal senada pula di katakan oleh Yolanda, selaku distributor penyedia MBG di SPPG Bokat dirinya sangat menyayangkan hal ini bisa terjadi, padahal menurutnya pihak Distributor melalui Ahli Gizi yang sudah disiapkan itu sudah memeriksa menu setiap saat pengantaran dan dipastikan tidak ada kesalahan apalagi telur yang katanya busuk
Olehya menurut Yolanda bahwa ini semata-mata kesalahan dari mereka karena menyimpan makanan tersebut dari jam pengantaran yakni jam 9 pagi dan di bawah ke rumah kemudian di konsumsi pada malam hari, katanya*** ( PINK )










