BUOL,FAKTAINFODESA – Menindaklanjuti Kejadian Luar Biasa (KLB) dugaan keracunan akibat konsumsi makanan bergizi gratis (MBG) yang melanda siswa di beberapa sekolah di Kecamatan Bonobogu, Bupati Buol,H.Risharyudi Triwibowo mengundang seluruh pemangku kepentingan untuk mengikuti rapat koordinasi pada hari ini. Acara yang diadakan di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Buol menghadirkan berbagai pihak terkait, mulai dari Kapolres Buol, pejabat pemerintah kabupaten, koordinator SPPG Regional Sulawesi Tengah, Kepala SPPG Bonobogu Selatan, hingga kepala sekolah yang siswanya terdampak, yaitu SDN 1 Bonobogu, SMP 5 Bonobogu, SD 6 Bonobogu, SD 7 Bonobogu, SD 9 Bonobogu, dan SMP 1 Bonobogu.
SPPG yang menjadi penyedia MBG untuk sekolah-sekolah terdampak akan dihentikan sementara kegiatannya guna dilakukan investigasi menyeluruh oleh tim khusus yang dibentuk dari Dinas Kesehatan Kabupaten Buol dan pihak terkait. Hal ini sejalan dengan kebijakan nasional yang mengedepankan keselamatan anak sebagai prioritas utama.
Koordinator SPPG Regional Sulawesi Tengah menegaskan akan melakukan evaluasi terhadap seluruh prosedur operasional standar (SOP) pelaksanaan MBG di wilayahnya, khususnya terkait keamanan pangan, sanitasi, dan kualitas bahan makanan. Targetnya adalah memastikan semua SPPG memenuhi syarat sertifikasi Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) dalam waktu dekat.
Bupati Buol mengajak seluruh pihak untuk lebih memperkuat koordinasi guna memastikan pelaksanaan program MBG berjalan dengan aman dan sesuai dengan tujuan awalnya, yaitu meningkatkan gizi siswa sekolah.
Kasus dugaan keracunan MBG terjadi pada hari Selasa (28 Januari 2026), dimana 141 siswa mengalami keluhan seperti mual, muntah, dan sesak nafas bahkan sampai kejang setelah mengonsumsi makanan yang disediakan melalui program MBG. Kondisi ini membuat pihak sekolah segera merujuk siswa yang terkena dampak ke fasilitas kesehatan terdekat.
Sebagai catatan, berdasarkan data Badan Gizi Nasional (BGN), hingga pertengahan Januari 2026 masih terdapat beberapa kasus pelanggaran SOP di SPPG sepanjang Indonesia, meskipun jumlah kasus keracunan MBG telah menunjukkan tren penurunan dibandingkan periode sebelumnya.***
( ARIF CK )










