Beranda / Berita Daerah / Desa Lripubogu Sukses Gali Potensi, Kebun Pangan Desa Jamin Pasokan Sayuran untuk Dapur MBG Buol  

Desa Lripubogu Sukses Gali Potensi, Kebun Pangan Desa Jamin Pasokan Sayuran untuk Dapur MBG Buol  

BUOL, FAKTAINFODESA – Desa Lripubogu, Kecamatan Gadung, Kabupaten Buol, terus menunjukkan kemajuan pesat dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat melalui program Kebun Pangan Desa. Setelah beberapa bulan berjalan, program ini tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan lokal namun juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah dapur Menu Beragam Bergizi (MBG) di wilayah Kabupaten Buol.

Produksi Teratur, Kualitas Diutamakan

Kepala Desa Lripubogu, Hamsa Husain, menjelaskan bahwa sayuran yang dihasilkan dari kebun desa diproduksi secara rutin dengan memperhatikan kualitas dan keamanan pangan. “Kita tidak hanya fokus pada kuantitas, tapi juga mutu. Semua tanaman kita rawat dengan baik, menggunakan pupuk organik dari limbah rumah tangga dan peternakan lokal sehingga hasilnya segar dan aman untuk dikonsumsi,” jelasnya.

Hingga saat ini, pasokan sayuran ke dapur MBG dilakukan dua hingga tiga kali dalam seminggu, sesuai dengan permintaan masing-masing lokasi. Setiap pengiriman mencakup kombinasi komoditas yang telah siap panen, diantaranya kangkung cabut, bayam, kacang panjang, sawi, dan timun bonte.

Persiapan Penanaman Semangka Skala Besar Masuk Tahap Eksekusi

Rencana penanaman semangka yang telah diumumkan kini memasuki tahap persiapan lahan dan pemilihan bibit. Pihak desa bekerja sama dengan Dinas Pertanian Kabupaten Buol untuk mendapatkan bibit unggul yang sesuai dengan kondisi tanah dan iklim lokal.

“Kita telah melakukan survei lahan dan menghitung kebutuhan bibit serta pupuk. Perkiraan awal, kita akan menanami sekitar 1 hektar lahan dengan varietas semangka yang disukai pasar dan memiliki masa simpan yang cukup lama,” ujar salah satu petugas pengelola kebun desa

Dengan permintaan sekitar 70-100 buah semangka per makan dari dapur MBG, program ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan desa secara signifikan. Hasil penjualan akan dicatat dalam struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) untuk pengembangan lebih lanjut.

Potensi Perikanan Darat Dimulai dengan Kolam Uji Coba

Selain pertanian sayuran, pihak desa juga mulai mengembangkan kolam ikan sebagai bagian dari diversifikasi sumber ekonomi. Saat ini telah ada satu kolam uji coba dengan luas sekitar 500 meter persegi yang dibudidayakan dengan ikan nila dan lele.

“Kita melihat peluang besar di sektor perikanan darat. Jika kolam uji coba ini berhasil, kita akan mengajak warga untuk membangun kolam ikan secara mandiri atau berkelompok,” ungkap Hamsa Husain. Pihak desa juga berencana mengundang penyuluh perikanan untuk memberikan pelatihan kepada masyarakat yang berminat.

Semangat Warga Jadi Modal Utama Hadapi Pengurangan Dana Desa

Meskipun alokasi Dana Desa mengalami penurunan tahun ini, semangat pemerintah desa dan masyarakat untuk mengembangkan potensi lokal tidak patah. Banyak warga yang secara sukarela membantu merawat kebun desa, baik dalam penyiraman, pembersihan gulma, maupun panen hasil.

“Kita tidak bisa hanya bergantung pada dana dari luar. Kunci keberhasilan kita adalah kerja sama dan semangat gotong royong antar warga. Setiap orang memiliki peran penting dalam kemajuan desa ini,” tambah Kades Hamsa dengan penuh semangat.

Tujuan Jangka Panjang: Menjadi Pusat Produksi Pangan Lokal

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Desa Lripubogu memiliki tujuan jangka panjang untuk menjadi pusat produksi pangan lokal yang mandiri dan berkelanjutan. Pihak desa berencana untuk membentuk kelompok tani dan kelompok perikanan untuk memperkuat kapasitas masyarakat serta memfasilitasi akses pasar yang lebih luas.***

( Redza Fajar Satrio )

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *