Beranda / Buol / Diskominfo Buol Gelar “Ngopi Bareng” dengan Media Online, Kuatkan Sinergi dan Tangkal Hoaks  

Diskominfo Buol Gelar “Ngopi Bareng” dengan Media Online, Kuatkan Sinergi dan Tangkal Hoaks  

BUOL,FAKTAINFODESA. – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Statistik dan Persandian (SP) Kabupaten Buol menggelar rapat koordinasi sekaligus “Ngopi Bareng” bersama puluhan perwakilan media online di lokasi terbuka depan Kantor Diskominfo Buol pada Rabu, (14/1/2026). Kegiatan yang dihadiri oleh sekitar 30 perwakilan dari berbagai portal berita dan akun media online lokal ini berlangsung dalam suasana santai namun tetap produktif.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan insan pers yang beroperasi di wilayah Kabupaten Buol. Melalui dialog terbuka yang menghargai pandangan kedua belah pihak, berbagai isu krusial dibahas secara mendalam.

Selain membahas peran pers dalam menyampaikan informasi pembangunan secara akurat dan komprehensif, juga dibahas tantangan yang dihadapi media online di era digital—seperti persaingan ketat, keterbatasan sumber daya, hingga kebutuhan untuk terus mengikuti perkembangan teknologi dalam penyajian konten. Salah satu poin utama yang menjadi fokus adalah upaya bersama menangkal penyebaran berita hoaks yang seringkali menimbulkan keresahan dan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Buol, Dra. Ikhlasiani, M.AP, dalam sambutannya menegaskan bahwa pers memiliki peran strategis sebagai ujung tombak komunikasi informasi yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab. “Pers bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mencerdaskan masyarakat. Kami berharap insan pers dapat menjadi komunikator informasi yang baik, bukan justru ikut menyebarkan berita hoaks yang belum jelas kebenarannya,” tegas mantan Sekretaris DPRD Buol ini.

Ia menambahkan, derasnya arus informasi di era digital yang tidak terbatas ruang dan waktu menuntut media untuk semakin profesional dan konsisten menjunjung Kode Etik Jurnalistik dalam setiap langkah pemberitaan. “Kode etik bukan hanya aturan kertas, tetapi landasan yang harus menjaga kredibilitas masing-masing media dan profesi jurnalistik secara keseluruhan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Media Diskominfo Kabupaten Buol, Ismail Korompot, SE, menyampaikan bahwa Diskominfo tidak berada pada posisi mengatur atau mengintervensi kerja jurnalistik pers dan wartawan karena itu merupakan kewenangan redaksi masing-masing media.

“Kami tidak mengatur kerja jurnalistik rekan-rekan pers. Namun kami berharap tetap ada koordinasi dan konfirmasi kepada narasumber yang berkompeten, terutama jika pemberitaan berkaitan dengan institusi pemerintah daerah, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” jelas Ismail.

Secara tegas, Ismail juga menyampaikan bahwa Bupati Buol H. Risharyudi Triwibowo,MM selaku pimpinan daerah mewakili Pemerintah Daerah secara terbuka menerima kritik dan masukan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk dari kalangan media. Namun kritik tersebut harus disampaikan secara bertanggung jawab dan berdasarkan fakta yang valid.

“Bupati Buol sangat terbuka terhadap kritik dan masukan yang konstruktif. Tetapi semuanya harus berlandaskan asas praduga tak bersalah serta didahului dengan konfirmasi kepada sumber yang diberitakan. Kami tidak ingin kritik yang muncul hanya berdasarkan dugaan atau informasi yang tidak jelas sumbernya,” tegasnya.

Menurut Ismail, kritik yang disampaikan berdasarkan data yang akurat dan prinsip etika jurnalistik justru akan membantu pemerintah daerah dalam mengevaluasi dan meningkatkan kualitas pelayanan serta pembangunan di Kabupaten Buol. “Pemerintah dan media sejatinya memiliki tujuan yang sama, yaitu kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, sinergi yang kuat antara kedua belah pihak sangat diperlukan,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, beberapa perwakilan media juga menyampaikan pandangan dan usulan. Antara lain mengusulkan adanya pelatihan berkala untuk meningkatkan kapasitas wartawan lokal dalam hal literasi digital dan jurnalistik data, serta pendirian grup koordinasi yang memudahkan komunikasi antara Diskominfo dan media online untuk keperluan konfirmasi informasi.

Dra. Ikhlasiani menyambut baik usulan tersebut dan menyatakan bahwa Diskominfo akan segera menyusun rencana tindak lanjut, termasuk penyelenggaraan pelatihan yang direncanakan akan digelar pada bulan Maret mendatang. “Kami akan terus bekerja sama dengan semua pihak, termasuk media, untuk membangun Kabupaten Buol yang lebih baik melalui informasi yang benar dan bertanggung jawab,” pungkasnya.

Kegiatan yang dimulai pada pukul 09.00 WITA tersebut diakhiri dengan penandatangan buku tamu dan sesi foto bersama dalam suasana yang lebih akrab.*** ( SYAFRI SAKULA,S.IP )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *