Beranda / Kesehatan / Layanan RSUD Buol Di Sorot , Banyak Kasus Resep Ditarik dan Pasien Diminta Beli Obat di Luar Tanpa Penjelasan BPJS  

Layanan RSUD Buol Di Sorot , Banyak Kasus Resep Ditarik dan Pasien Diminta Beli Obat di Luar Tanpa Penjelasan BPJS  

BUOL, FAKTAINFODESA – Pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Buol kini menjadi sorotan setelah banyak keluhan dari pasien terkait pengelolaan resep obat dan pembebanan biaya yang dinilai tidak sesuai peraturan BPJS Kesehatan. Kasus yang menjadi fokus pertama adalah terkait pasien atas nama Reza Fajar Satrio, Senin,12/01.2025 di mana resep yang sudah diberikan kemudian ditarik kembali oleh pihak rumah sakit melalui perawat di ruang bedah dengan alasan tidak di perlukan lagi

Selain kasus Reza Fajar Satrio, keluhan serupa juga sering terjadi pada pasien lain. Menurut informasi yang diterima, pihak RSUD kerap memberikan resep obat kepada pasien, namun kemudian menyatakan bahwa obat yang diperlukan tidak tersedia di rumah sakit dan menyuruh pasien untuk membeli di luar.

Masalah utama yang menjadi sorotan adalah tidak adanya penjelasan yang jelas dari pihak rumah sakit terkait apakah biaya pembelian obat di luar akan dapat diganti oleh BPJS Kesehatan. Padahal, berdasarkan peraturan BPJS Kesehatan, rumah sakit tidak diperkenankan membebani pasien dengan pembelian obat di luar jika masih dalam cakupan pelayanan yang harus diberikan oleh rumah sakit sebagai fasilitas yang bekerja sama dengan BPJS.

Kondisi ini dinilai telah melanggar aturan yang berlaku, sehingga manajemen RSUD Buol dianggap belum benar dalam menerapkan kebijakan dan peraturan yang ada. Meskipun sudah terjadi berulang kali, direktur RSUD Bola hingga saat ini belum memberikan klarifikasi atau langkah tindak lanjut terkait keluhan yang muncul.

Para pasien dan masyarakat mengharapkan pihak RSUD Bola serta dinas kesehatan terkait segera melakukan penyelidikan mendalam terkait permasalahan ini, mengambil langkah korektif yang tepat, dan memastikan bahwa pelayanan kesehatan yang diberikan sesuai dengan standar dan peraturan yang berlaku agar tidak lagi membebani pasien

( Syafri Sakula )

.

 

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *