Beranda / Berita Daerah / Sidak ke Desa Momunu: Kantor Balai Desa Jadi Kandang Sapi, Aparat Tak Ditemukan  

Sidak ke Desa Momunu: Kantor Balai Desa Jadi Kandang Sapi, Aparat Tak Ditemukan  

 

BUOL, FAKTAINFODESA – Infeksi mendadak ( Sidak ) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMDes) Kabupaten Buol, Arfandi Wahantou  ke Kantor Desa Momunu, Kecamatan Momunu, Selasa (20/01/2026), mengungkapkan kondisi tata kelola desa yang sangat memprihatinkan. Alih-alih menemukan perangkat desa yang sedang melayani warga, pihak dinas justru mendapati beberapa ekor sapi berkeliaran bebas di dalam kompleks balai desa, dengan kondisi ruangan yang kumuh dan tidak terawat.

Dalam rekaman video yang kini beredar luas di media sosial lokal, terlihat jelas ekspresi kekecewaan Kepala Dinas Pemdes , Arfandi wahantou  saat memasuki ruangan kantor. Langkahnya terlihat melambat saat menyaksikan meja kerja yang kosong, berkas-berkas penting yang berserakan di atas meja dan lantai, serta permukaan lantai yang tertutup debu dan kotoran. Beberapa ekor sapi bahkan tampak beristirahat di sudut ruangan, menjadikan kantor yang seharusnya menjadi pusat pelayanan publik seperti kandang darurat.

Peninjauan selanjutnya ke seluruh ruangan kantor – mulai dari ruang kerja Kepala Desa, ruang rapat, hingga ruang administrasi – semakin mempertegas keprihatinan. Tidak ada satu pun petugas yang ditemukan, tidak ada aktivitas administrasi atau pelayanan yang berjalan, dan tidak ada tanda bahwa kantor tersebut masih beroperasi secara normal.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan mendalam terkait sistem pengawasan dan tanggung jawab aparatur pemerintahan desa. Kantor desa sebagai ujung tombak pelayanan publik di tingkat paling dasar seharusnya menjadi tempat yang siap melayani kebutuhan warga kapan saja, bukan dibiarkan kosong dan dialihfungsikan secara sembarangan.

Di akhir kegiatan sidak, Kepala Dinas Pemdes arfandi  menegaskan akan segera mengambil langkah tegas terkait temuan tersebut. “Kalau kantor desa kosong dan pelayanan lumpuh, itu bukan sekadar kelalaian. Itu pembiaran yang tidak bisa dibiarkan terus-menerus,” tegasnya, menambahkan bahwa pihak terkait termasuk Kepala Desa dan perangkat desa akan segera dipanggil untuk memberikan klarifikasi dan menerima tindakan sesuai peraturan yang berlaku.

Sidak yang mengungkapkan kondisi tragis di Desa Momunu ini menjadi cerminan nyata tentang bagaimana kekosongan keberadaan negara di tingkat dasar bisa membuat fungsi institusi publik tergantikan bahkan oleh hewan ternak.*** ( Redza FS )

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *