JAKARTA,FAKTAINFODESA – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini telah menerbitkan surat edaran tertanggal 20 Februari 2026 tentang keikutsertaan Aparatur Sipil Negara (ASN), termasuk Pegawai Negeri Sipil (PNS), sebagai komponen cadangan (Komcad) dalam rangka mendukung pertahanan negara. Surat tersebut ditujukan kepada seluruh Menteri Kabinet Merah Putih dengan meminta dukungan agar ASN yang memenuhi syarat turut mengikuti Latihan Dasar Militer (Latsarmil) Komcad.
Dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Kepala Biro Data, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian PANRB Mohammad Averrouce menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sistem pertahanan negara berbasis rakyat (Sishankamrata) dengan melibatkan elemen aparatur negara
“Keikutsertaan ASN sebagai Komcad bukan hanya berkontribusi pada kesiapsiagaan pertahanan negara, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi pengembangan kompetensi dan karir para ASN,” ujar Averrouce.
Persyaratan dan Target Peserta
Keikutsertaan ASN dalam Komcad bersifat sukarela dan melalui proses seleksi yang ketat. Persyaratan utama yang harus dipenuhi antara lain:
– Berusia antara 18 hingga 35 tahun
– Sehat jasmani dan rohani (dinyatakan melalui surat keterangan kesehatan dari fasilitas kesehatan resmi)
– Lulus seleksi administrasi dan tes kompetensi dasar
Pada tahap awal, pemerintah menargetkan sebanyak 4.000 ASN dari berbagai kementerian dan lembaga di wilayah Jakarta untuk mengikuti pelatihan. Untuk daerah-daerah termasuk Sulawesi Selatan, penyelenggaraan akan diatur secara bertahap sesuai dengan kapasitas dan kebutuhan daerah, dengan koordinasi bersama TNI Angkatan Darat (AD) sebagai pihak penyelenggara pelatihan.
Jaminan Hak dan Fasilitas Lengkap
Menteri Rini Widyantini menegaskan bahwa selama mengikuti pelatihan, status dan hak-hak ASN sebagai aparatur negara tetap terjamin penuh. Beberapa fasilitas yang diberikan antara lain
– Gaji dan tunjangan tetap diterima sebagaimana waktu melaksanakan tugas kedinasan
– Uang saku tambahan sesuai ketentuan yang berlaku
– Perlengkapan perseorangan lapangan termasuk seragam dan perlengkapan militer dasar
– Dukungan perlindungan kesehatan, termasuk akses rawatan di fasilitas kesehatan militer atau pemerintah
– Jaminan keselamatan dengan diberikan asuransi kecelakaan kerja dan kematian
Selain itu, peserta akan memperoleh bobot kredit pelatihan sebanyak 300 jam yang dapat dicatat dalam pengembangan kompetensi sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2020 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil
Pengaruh terhadap Pengembangan Karir
Sebagai bentuk apresiasi, pejabat pembina kepegawaian atau komite talenta di masing-masing kementerian/lembaga akan memberikan pertimbangan positif terhadap peserta Komcad. Hal ini tercermin dalam penilaian kinerja yang lebih tinggi dan prioritas dalam proses klasifikasi talenta, yang menjadi dasar untuk kesempatan pengembangan karir seperti promosi jabatan atau penugasan di posisi strategis.
“Keterlibatan dalam Komcad menjadi bukti dedikasi dan kemampuan ASN untuk berkontribusi lebih luas bagi negara. Hal ini akan menjadi nilai tambah yang diakui dalam sistem manajemen kepegawaian,” jelas Averrouce.
Layanan Publik Tetap Berjalan Lancar
Menteri PANRB juga memastikan bahwa pelaksanaan Latsarmil Komcad tidak akan mengganggu pelayanan publik kepada masyarakat. Keikutsertaan tidak melibatkan seluruh ASN, melainkan hanya sebagian sesuai kuota yang ditetapkan dengan mempertimbangkan kebutuhan operasional masing-masing instansi. Setiap kementerian/lembaga diwajibkan menyusun rencana penggantian tugas agar layanan tetap berjalan tanpa hambatan.









