PALEMBANG,FAKTAINFODESA – Profesi wartawan diganjar sebagai profesi mulia yang menjadi sumber kekuatan dakwah bagi seluruh mahluk, termasuk pemerintah. Hal ini disampaikan dalam diskusi publik bertajuk “Wartawan Sebagai Agen Dakwah dan Pengawal Keadilan” yang diadakan di Aula Pusat Kajian Islam Nusantara (PKIN) Palembang, beberapa waktu lalu
Dalam acara yang dihadiri oleh berbagai kalangan wartawan, akademisi, dan perwakilan pemerintah daerah, narasumber utama yang merupakan aktivis dakwah dan praktisi jurnalistik menyampaikan bahwa tugas untuk menyiarkan kebajikan dan memberantas kemungkaran adalah perintah langsung dari Allah SWT.
“Perintah ini tidak hanya untuk individu, tetapi juga untuk institusi seperti pemerintah dan media massa. Wartawan memiliki peran krusial sebagai ujung tombak dalam menyampaikan kebenaran, sedangkan pemerintah berkewajiban untuk menjalankan amanah tersebut melalui kebijakan dan tindakan konkrit,” ujar narasumber.
Ia juga mengutip ucapan Prof DR KH Buya Hamka yang menyatakan “Dunia ini gelap tanpa wartawan”. Buya Hamka sendiri menjadi contoh nyata sosok yang menggabungkan peran sebagai wartawan dan da’i sepanjang hidupnya, mulai dari masa muda hingga wafat. Melalui tulisannya, Buya Hamka tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga membangun pemikiran masyarakat berdasarkan nilai-nilai agama dan kebangsaan.
Perwakilan dari Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Selatan, Ahmad Fauzi, dalam kesempatan itu menyambut baik ajakan tersebut. “Pemerintah siap berkolaborasi dengan wartawan dan berbagai komponen masyarakat untuk menjalankan amanah khuruj fi sabilillah. Hal ini akan diwujudkan melalui penguatan pengawasan terhadap praktik-praktik yang merugikan masyarakat, serta mendukung penyebaran informasi yang benar dan bermanfaat,” jelasnya.
Selain itu, dalam acara juga disepakati akan dibentuk forum kerja sama antara wartawan, lembaga agama, dan pemerintah untuk mengawal pelaksanaan berbagai program yang bertujuan memberantas kemungkaran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Beberapa poin yang akan menjadi fokus kerja sama antara lain pemberantasan korupsi, perdagangan manusia, dan kegiatan ekonomi ilegal seperti tambang ilegal yang akhir-akhir ini sering menjadi perhatian publik.
“Kita berharap kolaborasi ini dapat menjadi pondasi kuat dalam membangun masyarakat yang adil, makmur, dan berdasarkan pada prinsip-prinsip agama yang mulia. Setiap langkah yang kita lakukan adalah untuk jalan Allah SWT dan kesejahteraan seluruh rakyat,” tutup salah satu panitia penyelenggara acara.***
( Syafri Sakula)









