Beranda / Berita Daerah / Nasir Konio Dicopot dari Direktur Perumdam Motanang Buol, Warga Bertanya-tanya Alasan Sebenarnya  

Nasir Konio Dicopot dari Direktur Perumdam Motanang Buol, Warga Bertanya-tanya Alasan Sebenarnya  

BUOL,SULTENG|FAKTAINFODESA – Keputusan Pemerintah Kabupaten Buol mencopot Abd. Nasir Konio, S.Pd dari jabatan Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam/PDAM) Motanang menuai sorotan tajam di kalangan masyarakat, tokoh publik, bahkan sejumlah awak media di daerah ini. Pergantian kepemimpinan tersebut secara resmi berlangsung dalam upacara serah terima jabatan yang dipimpin Sekretaris Daerah Buol, Moh. Yamin Rahim, SH., MH., pada Kamis (9/7/2026) di kantor Perumdam Motanang.

Dalam prosesi itu, Nasir Konio menyerahkan amanah kepada Syarif Pusadan yang juga menjabat sebagai Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Buol. Bersamaan dengan itu, juga terjadi pergantian pejabat Dewan Pengawas dari Suwondo D. Sanua kepada Jamrin Zainas, SH., MH.

Secara resmi, Pemkab Buol menyebut pergantian ini hanya sebagai bagian dari upaya penyegaran dan penyempurnaan struktur manajemen. Sekda Yamin Rahim hanya menyampaikan apresiasi atas dedikasi Nasir Konio selama menjabat kurang lebih satu tahun terakhir, namun tidak menjelaskan alasan khusus pencopotan tersebut.

“Atas nama pemerintah daerah, kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Nasir Konio dan jajaran sebelumnya atas segala upaya pembenahan yang telah dilakukan. Langkah ini untuk melanjutkan perbaikan tata kelola serta meningkatkan pelayanan air bersih bagi masyarakat,” ujar Yamin dalam sambutannya.

Namun penjelasan singkat itu justru memicu banyak tanda tanya. Sejumlah tokoh masyarakat yang enggan disebutkan namanya mengaku sangat terkejut. Selama ini Nasir Konio dinilai memiliki loyalitas tinggi terhadap pimpinan, bekerja sungguh-sungguh, dan dianggap mumpuni serta bisa diandalkan untuk membawa perubahan bagi Perumdam Motanang.

“Kami sampai sekarang heran. Beliau bekerja dengan sekuat tenaga, berusaha membenahi segala kekurangan, tapi tiba-tiba dicopot tanpa alasan yang jelas disampaikan kepada publik. Apa yang sebenarnya terjadi?” ujar salah satu tokoh masyarakat kepada awak media, kamis malam (9/7/2026).

Kecurigaan menguat di kalangan masyarakat , Aktifis , wartawan bahkan  pengamat kebijakan daerah. Muncul dugaan pencopotan ini berkaitan dengan target penyetoran pendapatan Perumdam ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang belum sesuai harapan. Padahal, Perumdam Motanang selama dipimpin oleh Nasir Konio menghadapi banyak tantangan mulai dari perbaikan jaringan pipa tua, kebocoran, hingga tunggakan tagihan air dari berbagai pihak.

“Apakah karena pemasukan ke kas daerah belum maksimal sehingga beliau diganti..?? Ataukah ada indikasi lainnya..?? Padahal masalah di PDAM bukan hal yang bisa selesai dalam sekejap. Harusnya pemerintah daerah mendukung, bukan malah mengganti pimpinannya,” ungkap Pimpinan  media ini  yang sudah lama memantau perkembangan.

Belum lama ini, Nasir Konio juga sempat dikaitkan dengan isu dugaan pungutan liar yang mencuat, namun ia telah membantah dengan tegas hal itu dan menyatakan praktik itu terjadi sebelum masa kepemimpinannya. Ia juga terbuka mengundang pihak berwenang untuk melakukan pemeriksaan kapan saja.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi lebih rinci dari Pemkab Buol terkait alasan teknis maupun alasan lain yang mendasari pergantian direktur tersebut. Masyarakat dan kalangan aktifis serta awak media ini  berharap pemerintah daerah berani terbuka dan transparan, mengingat Perumdam Motanang menyangkut hajat hidup ribuan warga Buol yang membutuhkan pelayanan air bersih yang baik dan berkelanjutan.

Kini, Syarif Pusadan selaku Plt Direktur baru menghadapi tantangan berat untuk membuktikan mampu mempertahankan sekaligus meningkatkan kinerja yang sudah dirintis Nasir Konio, sekaligus menjawab keraguan publik atas pergantian kepemimpinan yang dianggap mendadak ini.***

Editor : Syafri Sakula

 

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *