BUOL – FAKTAINFODESA – Pemerintah Desa (Pemdes) Tayadun berhasil menyelesaikan pembangunan Gedung Balai Pertemuan Umum (BPU) pada akhir tahun 2025, yang dibiayai dari dana desa sebesar Rp199.242.500. Pembangunan yang dilakukan secara swakelola melalui Pengadaan Kerja dengan Anggaran (PKA) ini menjadi bukti kemandirian desa dalam mengelola sumber daya untuk kemajuan masyarakat.
Sekretaris Desa Tayadun, Iswan I.Kasad, S.Pd menjelaskan bahwa konsep swakelola dipilih untuk memastikan efisiensi anggaran dan kualitas pekerjaan yang sesuai dengan kebutuhan desa. “Kami melibatkan tenaga kerja lokal dan mengelola proses pembelian bahan bangunan sendiri, sehingga tidak ada biaya tambahan yang tidak perlu. Semua tahapan pembangunan diawasi langsung oleh tim teknis desa dan unsur masyarakat,” ujarnya.
Pembangunan gedung yang berlokasi di pusat wilayah desa ini memakan waktu sekitar 6 bulan, mulai dari bulan April hingga September 2025. Desain gedung dirancang agar dapat menampung hingga 300 orang dan dilengkapi dengan fasilitas dasar seperti ruang rapat, tempat penyimpanan perlengkapan desa, serta area parkir sederhana.
Gedung BPU ini difungsikan sebagai sarana serba guna untuk berbagai kegiatan desa, mulai dari rapat aparat desa, pelatihan masyarakat, penyuluhan kesehatan dan pertanian, hingga acara kemasyarakatan “Sebelumnya, kita sering kesulitan mencari tempat yang sesuai untuk kegiatan bersama. Sekarang dengan adanya gedung ini, semua bisa dilakukan dengan lebih teratur dan nyaman,” tambah Iswan.
Salah satu warga desa yang tidak ingin disebutkan namanya menyampaikan apresiasi terhadap langkah Pemdes. “Kami merasa sangat terbantu. Selain sebagai tempat berkumpul, gedung baru ini juga menjadi sumber kebanggaan kita sebagai warga Tayadun. Semoga kedepannya bisa dimanfaatkan dengan maksimal,” ucapnya.
Selain gedung BPU, Pemdes Tayadun juga mengalokasikan anggaran dana desa tahun 2025 untuk beberapa proyek lain. Di antaranya adalah perbaikan jalan desa dan lain-lain. “Kita berkomitmen untuk terus memajukan desa dengan mengutamakan kebutuhan utama masyarakat,” pungkas Sekdes Iswan.
Laporan :
( Biro Bokat / Sofyan Jalil )










