Beranda / INSPIRASI / Pernah Tolak Beasiswa ke Amerika Demi Membangun Negeri, Inilah Sosok Fadel Muhammad: Insinyur Jenius di Balik Kemajuan Gorontalo

Pernah Tolak Beasiswa ke Amerika Demi Membangun Negeri, Inilah Sosok Fadel Muhammad: Insinyur Jenius di Balik Kemajuan Gorontalo

GORONTALO,FAKTAINFODESA – Di balik gemerlap karier politiknya sebagai Wakil Ketua MPR RI dan mantan Menteri Kelautan, tersimpan satu kisah inspiratif tentang nasionalisme dari seorang Fadel Muhammad Al-Haddar. Siapa sangka, putra kebanggaan Gorontalo ini pernah menolak kesempatan emas bersekolah di Institut Teknologi California (Caltech), Amerika Serikat—salah satu kampus teknologi terbaik dunia—hanya karena satu alasan: ingin segera membaktikan ilmunya di Tanah Air.

Insinyur ITB yang “Membumi”

Lulus sebagai Insinyur dari Institut Teknologi Bandung (ITB) pada tahun 1978, Fadel bukanlah pemuda sembarangan. Ia adalah Mahasiswa Teladan Tingkat Nasional tahun 1975. Penolakan beasiswa ke Amerika Serikat bukan karena ia tak mampu, melainkan karena ia percaya bahwa inovasi harus dimulai dari dalam negeri.

Keyakinan itu ia buktikan dengan mendirikan PT Bukaka. Berawal dari bengkel kecil untuk reparasi alat berat, tangan dingin Fadel menyulapnya menjadi raksasa engineering nasional yang disegani. Ia membuktikan bahwa insinyur lokal mampu membangun infrastruktur canggih yang bersaing dengan perusahaan global.

Revolusi “Ekonomi Jagung” di Gorontalo

Kecerdasan insinyur Fadel benar-benar teruji saat ia terpilih menjadi Gubernur Gorontalo pada tahun 2001. Saat itu, Gorontalo dianggap sebagai “halaman belakang” Sulawesi yang tertinggal. Namun, Fadel menggunakan logika kewirausahaan untuk membangun daerah.

Lewat visi “Reinventing Local Government”, ia meletakkan dasar pembangunan pada ekonomi jagung. Hasilnya?

Inovasi Pertanian: Gorontalo bertransformasi dari daerah miskin menjadi provinsi inovasi dan lumbung jagung nasional.

Kemenangan Mutlak: Prestasi nyata ini membuatnya dicintai rakyat secara luar biasa, hingga ia meraih 81% suara pada periode kedua—sebuah angka yang tercatat di Rekor MURI sebagai persentase tertinggi dalam sejarah pemilihan gubernur di Indonesia.

Sang Profesor Kewirausahaan

Perjalanan Fadel tidak berhenti di kursi pejabat. Ia adalah tipe pembelajar sejati. Setelah meraih gelar Doktor di Universitas Gadjah Mada (UGM), ia dikukuhkan sebagai Guru Besar (Profesor) di Universitas Brawijaya.

Gelar Profesor ini bukan sekadar gelar akademis, melainkan pengakuan atas keilmuannya dalam bidang Public Sector Entrepreneurship. Ia menjadi sosok langka di Indonesia yang mampu mentransfer mentalitas efisiensi sektor swasta ke dalam birokrasi pemerintahan yang kaku. (Wikipedia)

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *