BUOL,FAKTAINFODESA. – HPN 2026 yang puncaknya diperingati pada 9 Februari 2026 telah usai digelar di Banten. Namun bagi PWI Buol–Tolitoli, agenda tersebut justru menjadi titik awal langkah organisasi di Buol.
Delegasi Buol pulang membawa catatan mengenai profesionalisme, literasi digital, dan penguatan kelembagaan. Forum nasional itu mempertegas pentingnya struktur organisasi yang solid di tengah era disrupsi digital.
Rahmat Salakea, salah satu delegasi PWI Buol-Tolitoli di HPN Banten menilai transformasi media daerah tak bisa ditunda. “Kepercayaan publik hanya bisa dijaga lewat profesionalisme,” ujarnya usai tiba di Buol (14/2).
Ketua PWI Buol–Tolitoli, Syahrul, menyampaikan bahwa kehadiran di HPN merupakan momentum melahirkan kepengurusan PWI Buol definitif di Bumi Pogogul.
“Dalam waktu dekat kami akan menggelar konsolidasi untuk persiapan pembentukan PWI Buol definitif di Bumi Pogogul (Buol), ditargetkan pertengahan tahun ini,” kata Syahrul saat diwawancarai di kantornya, Minggu (15/2).
Ia juga berharap pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dapat segera digelar di Kabupaten Buol. Program tersebut menjadi prioritas untuk meningkatkan standar dan kualitas jurnalis lokal.
Menurut Syahrul, partisipasi di HPN turut mewakili Pemerintah Kabupaten Buol sebagai bentuk sinergitas mitra strategis Pemkab, demi membangun pers yang sehat dan berkualitas.
“Kami ingin wartawan Buol dan Tolitoli tidak hanya hadir, tetapi berkontribusi aktif dalam menciptakan jurnalisme berkulitas,” ujarnya.
Partisipasi perdana di HPN 2026 menjadi fondasi membangun profesionalisme jurnalis Buol. Momentum ini diharapkan memperkuat posisi media lokal di tengah dinamika disrupsi digital industri pers.
( SYAFRI SAKULA )








