Beranda / Berita Daerah / Nyawa Istri Taruhan di ICU RSUD Buol, Suami Tuding Dokter Salah Diagnosis “Hamil Palsu” Akibat Sampel Urin Terkontaminasi

Nyawa Istri Taruhan di ICU RSUD Buol, Suami Tuding Dokter Salah Diagnosis “Hamil Palsu” Akibat Sampel Urin Terkontaminasi

BUOL, SULTENG|FAKTAINFODESA– Kelurga Pasien yang di duga akibat kesalahan Diagnosis dan sekarang sedang di rawat di ruang ICU RSUD BUOL memintah kepada Bupati Buol dengan adanya  dugaan kelalaian medis (medical negligence) yang dialami oleh pasien  Ibu Marlina, yang saat ini sedang berjuang antara hidup dan mati dalam kondisi koma di Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD)/ICU RSUD Kabupaten Buol.

suami pasien, yang juga seorang Jurnalis di bumi pogogul buol ini menuduh bahwa memburuknya kondisi istrinya hingga koma dipicu oleh diagnosis awal yang salah, yakni menyatakan pasien positif hamil, padahal secara medis hal tersebut mustahil terjadi.

“Positif Palsu”: Urin Terkontaminasi Darah & Nanah

Intinya ini terletak pada prosedur diagnosis kehamilan yang dinilai tidak sesuai standar medis. Menurut sang suami, dokter mendiagnosis istrinya hamil berdasarkan hasil tes urin (test pack atau laboratorium). Namun, ia menegaskan bahwa sampel urin yang diambil terkontaminasi oleh darah dan nanah akibat infeksi saluran kemih (ISK) parah yang diderita istrinya.

“Secara medis, tes kehamilan via urin membutuhkan sampel urin murni. Jika tercampur darah atau protein akibat infeksi, hasilnya bisa ‘positif palsu’. Inilah yang terjadi pada istri saya,” ujar sang suami dengan nada emosional saat ditemui media, [Tanggal Hari Ini] Mei 2026.

Ia menambahkan, kekeliruan diagnosis ini fatal karena mengarahkan tim medis pada penanganan yang tidak tepat sasaran, sementara akar masalah sebenarnya (infeksi berat/sepsis) mungkin terlambat ditangani secara spesifik.

Bukti Penyangkal: USG Kosong & Tidak Ada Hubungan Intim Sejak 2025

Untuk memperkuat dugaannya, sang suami  RAHMAT SALAKEA menyajikan dua fakta kunci yang membantah diagnosis kehamilan:

1. Hasil USG Negatif: Pemeriksaan Ultrasonografi (USG) yang dilakukan tidak menemukan adanya janin, kantung kehamilan, atau detak jantung janin.

2. Fakta Biologis: Sang suami menegaskan bahwa ia dan istrinya tidak pernah melakukan hubungan suami-istri sejak tahun 2025 dikarenakan kondisi kesehatan istri yang sedang menjalani pengobatan ISK kronis.

“Bagaimana mungkin hamil jika kami tidak pernah berhubungan intim sejak tahun lalu? Dan USG pun kosong. Ini jelas kesalahan diagnosis yang berujung pada nyawa,” tegasnya.

Desakan ke Bupati Buol: Audit Medis & Sanksi Tegas

Melihat kondisi istrinya yang kian kritis, sang suami mendesak Bupati Buol untuk segera turun tangan. Ia meminta pembentukan tim audit medis independen untuk meninjau ulang rekam medis, prosedur pengambilan sampel, dan interpretasi hasil laboratorium.

Tuntutan utama keluarga meliputi:

* Investigasi tuntas terhadap dokter penanggung jawab dan petugas laboratorium.

* Sanksi disiplin bagi tenaga medis yang terbukti lalai dan tidak mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Ini menyangkut nyawa manusia. Kami tidak ingin ada keluarga lain yang mengalami nasib sama karena ketidakprofesionalan aparat medis. Bupati harus bertindak cepat,” pintanya.

Tanggapan RSUD Buol & Dinas Kesehatan

Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen RSUD Kabupaten Buol belum memberikan keterangan resmi terkait kasus spesifik Ibu Marlina. Prinsip kerahasiaan medis (privacy patient) sering menjadi alasan rumah sakit enggan berkomentar detail sebelum ada permintaan resmi dari keluarga atau penegak hukum.

Namun, kasus ini menjadi sorotan publik mengenai pentingnya ketelitian diagnosis di fasilitas kesehatan daerah, terutama dalam menangani kasus gawat darurat seperti sepsis akibat infeksi saluran kemih yang bisa berujung fatal jika salah tatalaksana.

Keluarga pasien menyatakan akan menempuh jalur hukum dan melaporkan kasus ini ke Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI) jika tidak ada respons serius dari Pemkab Buol dalam waktu dekat.***

Editor: Syafri Sakula 

 

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *