Beranda / Berita Daerah / Momentum Lahirnya Pemimpin Negarawan, Wakil Bupati Buol Resmi Buka Musda ke-5 Pemuda Muhammadiyah

Momentum Lahirnya Pemimpin Negarawan, Wakil Bupati Buol Resmi Buka Musda ke-5 Pemuda Muhammadiyah

BUOL,SULTENG|FAKTAINFODESA – Gelaran Musyawarah Daerah (Musda) ke-5 Pimpinan Daerah (PD) Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Buol resmi dibuka oleh Wakil Bupati Buol, DR.Nasir Dj. Daimaroto, SH.,MH pada Rabu (15/4/2026). Bertempat di Aula Hotel Surya Wisata, acara ini menjadi ajang strategis bagi organisasi sayap pemuda Persyarikatan Muhammadiyah tersebut untuk melakukan regenerasi kepemimpinan dan merumuskan arah gerak baru di bawah tema “Pemuda Negarawan, Harmoni Buol Hebat Berkemajuan.”

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting daerah dan nasional, mencerminkan tingginya perhatian terhadap peran pemuda dalam pembangunan. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Ibu Wakil Bupati, Kapolres Buol, perwakilan Kementerian Haji dan Umroh, Sekretaris Dinas Kominfo, Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Ketua Ansor Buol, anggota KPU dan Bawaslu Kabupaten Buol, serta seluruh kader Pemuda Muhammadiyah se-Kabupaten Buol.

Laporan Panitia: Persiapan Matang untuk Forum Tertinggi

Ketua Panitia Pelaksana, Adriansyah, dalam laporannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Musda ke-5 ini. Ia menegaskan bahwa persiapan matang telah dilakukan sejak jauh hari untuk memastikan forum tertinggi organisasi di tingkat daerah ini berjalan lancar, demokratis, dan menghasilkan keputusan-keputusan strategis

“Musda ini adalah rumah bagi kita semua untuk bermusyawarah menentukan masa depan organisasi. Kami berharap seluruh proses berjalan dengan semangat kekeluargaan dan mengutamakan kepentingan persyarikatan,” ujar Adriansyah.

Pesan Ketua Umum: Menjaga Marwah Organisasi

Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Buol periode sebelumnya, Ruslan, memberikan sambutan yang menyentuh hati para kader. Ia menekankan bahwa esensi musyawarah bukanlah sekadar pergantian jabatan, melainkan proses suci untuk melahirkan pemimpin baru melalui mekanisme yang sehat dan berintegritas.

“Tujuan Musda ini bukanlah untuk mengganti pucuk pimpinan secara paksa, melainkan untuk melahirkan pimpinan baru melalui proses yang sehat. Sebagai ketua yang akan segera demisioner, saya menitipkan marwah organisasi ini sepenuhnya kepada para kader yang akan bertarung dalam pemilihan nanti. Jagalah nama baik Muhammadiyah di Bumi Pogogul,” pesan Ruslan dengan penuh haru

Dalam dinamika Musda kali ini, tercatat muncul dua kandidat calon ketua yang siap bertarung secara demokratis untuk memimpin organisasi ke depan, yakni Imbron, S.Pd.I dan Zainal, S.Pd.I, yang keduanya merupakan kader potensial dengan rekam jejak perjuangan di organisasi

Arahan Pimpinan Wilayah: Spirit Keikhlasan

Ketua Umum Pimpinan Wilayah (PW) Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Tengah, Umar Manasse, turut hadir memberikan arahan spiritual. Ia mengingatkan para kader bahwa setiap dinamika organisasi, termasuk suksesi kepemimpinan, adalah bagian dari ketetapan Allah SWT.

“Tidak ada satu pun yang terjadi di muka bumi ini kecuali atas izin Allah SWT. Oleh karena itu, bawalah semangat keikhlasan dalam bermusyawarah. Jadikan perbedaan pilihan sebagai rahmat, bukan sumber perpecahan,” ujar Umar Manasse.

Harapan Pemerintah: Lahirnya Pemuda Negarawan

Sebelum membuka acara secara resmi, Wakil Bupati Buol, Nasir Dj. Daimaroto, menyampaikan pidato kunci yang penuh motivasi. Ia menyambut baik tema yang diusung Musda kali ini dan berharap Pemuda Muhammadiyah mampu menjadi pilar utama dalam mewujudkan visi “Harmoni Buol Hebat Berkemajuan.”

“Pemerintah Daerah sangat berharap output dari Musda ini adalah lahirnya pemuda-pemuda berjiwa negarawan. Pemuda yang tidak hanya pandai berorganisasi, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan yang luas, siap berkolaborasi dengan pemerintah, dan mampu membawa angin perubahan positif bagi masyarakat Buol,” tegas Wabup Nasir.

Ia menambahkan bahwa tantangan zaman semakin kompleks, sehingga dibutuhkan pemimpin muda yang cerdas, amanah, dan memiliki komitmen kuat untuk memajukan daerah tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan.

Muhammadiyah Kabupaten Buol ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, diisi dengan laporan pertanggungjawaban, diskusi kelompok terpumpun (DKT), dan puncak acara berupa pemilihan ketua umum baru untuk periode 2026-2029.

Dengan dibukanya Musda ini secara resmi, diharapkan regenerasi kepemimpinan Pemuda Muhammadiyah Buol dapat berjalan mulus, melahirkan nakhoda baru yang mampu membawa organisasi semakin relevan, progresif, dan bermanfaat bagi umat serta bangsa.

(Redaksi)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *