Beranda / Berita Daerah / Protes Keras Alumni & SMAN 2 Biau Terkait Seleksi Paskibraka: Tuduh Tim Seleksi Kabupaten Lalai, Tidak Konsisten, dan Ciptakan “Harapan Palsu”

Protes Keras Alumni & SMAN 2 Biau Terkait Seleksi Paskibraka: Tuduh Tim Seleksi Kabupaten Lalai, Tidak Konsisten, dan Ciptakan “Harapan Palsu”

BUOL,SULTENG|FAKTAINFODESA – Gelombang protes keras muncul dari kalangan alumni dan civitas akademika SMAN 2 Biau (Smandu) atas hasil seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Kabupaten Buol untuk kenaikan ke tingkat Provinsi Sulawesi Tengah. Melalui pernyataan resmi yang beredar luas, pihak sekolah bersama alumni angkatan 2005 menyatakan kekecewaan mendalam terhadap kinerja Tim Seleksi Kabupaten yang dinilai tidak tegas, tidak konsisten, serta lalai dalam menjalankan tugasnya.

Kontroversi ini bermula ketika sejumlah siswa SMAN 2 Biau yang sebelumnya dinyatakan lolos atau memiliki potensi kuat untuk mewakili kabupaten, tiba-tiba dinyatakan gugur di tahap akhir dengan alasan “tidak memenuhi kriteria”. Padahal, menurut pengakuan pihak sekolah, proses seleksi awal hingga menengah telah dilalui dengan baik oleh peserta didik mereka.

Dalam pernyataannya, pihak SMAN 2 Biau menyoroti adanya ketidaksesuaian antara standar penilaian di tingkat kabupaten dengan ekspektasi menuju tingkat provinsi. Mereka menegaskan bahwa seleksi seharusnya menggunakan tolok ukur yang ketat sejak awal agar tidak menimbulkan kekecewaan di tengah jalan.

“Kami tidak terima karena seharusnya sejak dari seleksi kabupaten, para peserta harus diseleksi berdasarkan kriteria provinsi dan tidak membawa harapan palsu seperti saat ini,” bunyi pernyataan tersebut.

Pihak sekolah menilai bahwa kelalaian tim seleksi dalam menerapkan standar yang konsisten telah menciptakan situasi yang merugikan mental peserta didik. Siswa yang telah berlatih keras dan merasa yakin lolos, tiba-tiba didiskualifikasi tanpa penjelasan teknis yang memadai dan transparan.

Protes ini bukan hanya soal kalah-menang dalam kompetisi, tetapi juga menyangkut integritas pendidikan dan nama baik institusi. Pihak SMAN 2 Biau menekankan bahwa keputusan tim seleksi yang dianggap “tidak kompeten” ini secara tidak langsung menjatuhkan semangat belajar dan disiplin para peserta didik.

“Bukan hanya mencoreng nama baik sekolah, tapi juga secara tidak langsung menjatuhkan semangat peserta didik kami yang lolos. Kami kecewa dan marah kepada pihak seleksi paskibraka kabupaten yang tidak kompeten,” tegas pernyataan tersebut.

Alumni Smandu angkatan 2005 melalui perwakilan mereka juga menyatakan dukungan penuh atas sikap tegas sekolah dalam membela hak-hak siswanya. Mereka mendesak Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Buol selaku penanggung jawab seleksi untuk melakukan evaluasi serius terhadap kinerja tim selektor.

Melalui momentum ini, SMAN 2 Biau dan para alumni mendesak pihak berwenang untuk:

1. Transparansi Penilaian: Membuka rincian nilai dan alasan spesifik mengapa siswa tertentu didiskualifikasi di tahap akhir.

2. Evaluasi Tim Seleksi: Meninjau kembali kompetensi dan integritas tim seleksi kabupaten untuk mencegah terulangnya kesalahan serupa di masa depan.

3. Pertanggungjawaban Moral: Meminta permohonan maaf atau klarifikasi publik atas dampak psikologis yang ditimbulkan kepada para peserta didik.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buol belum mengeluarkan tanggapan resmi terkait protes keras dari SMAN 2 Biau. Namun, tekanan publik semakin meningkat, mengingat Paskibraka merupakan ajang bergengsi yang menjadi kebanggaan daerah dan sekolah. Masyarakat menunggu langkah konkret pemerintah daerah dalam menyelesaikan polemik ini secara adil dan terbuka.***

(Redaksi)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *