Beranda / INSPIRASI / Serap Aspirasi di 4 Kecamatan, Anggota DPRD Buol I Wayan Gara Prioritaskan Infrastruktur & Sarana Ibadah

Serap Aspirasi di 4 Kecamatan, Anggota DPRD Buol I Wayan Gara Prioritaskan Infrastruktur & Sarana Ibadah

BUOL,SULTENG|FAKTAINFODESA– Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buol dari Fraksi Partai NasDem, I Wayan Gara, S.Sos.,M.Kes , melaksanakan kegiatan Reses Masa Persidangan III Tahun Sidang 2025-2026. Kegiatan yang berlangsung dari Senin hingga Kamis (8–11 Juni 2026) ini menyasar sejumlah desa di Daerah Pemilihan (Dapil) yang mencakup Kecamatan Bokat, Bukal, Momunu, dan Tiloan.

Tujuan utama kunjungan legislatif ini adalah untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung, mendengarkan keluhan, serta menjaring usulan pembangunan yang mendesak bagi kesejahteraan warga di wilayah dapilnya.

Selama empat hari berkeliling ke berbagai desa, I Wayan Gara mencatat bahwa mayoritas aspirasi masyarakat berfokus pada tiga sektor utama: pembangunan infrastruktur dasar, sarana ibadah, dan fasilitas penunjang pelayanan publik.

Berikut adalah rincian usulan spesifik dari masing-masing desa yang dikunjungi:

1. Desa Tang (Kec. Bokat/Tiloan area): Fokus Sanitasi Masjid

Masyarakat Desa Tang menyampaikan kebutuhan mendesak akan pembangunan fasilitas Mandi, Cuci, dan Kakus (MCK) khusus untuk area masjid. Usulan ini bertujuan meningkatkan kenyamanan dan kebersihan bagi para jamaah, terutama saat pelaksanaan salat Jumat atau acara keagamaan besar.

2. Desa Bukal (Kec. Bukal): Konektivitas & Ekonomi Pertanian

Warga Desa Bukal menyoroti dua hal krusial:

* Pembangunan Jembatan Penghubung: Menghubungkan Desa Bukal SP 3 menuju SP 2 untuk memudahkan akses transportasi warga.

* Peningkatan Jalan Kantong Produksi: Perbaikan jalan pertanian dinilai vital untuk mendukung distribusi hasil panen dan aktivitas ekonomi petani agar lebih efisien dan mengurangi biaya logistik.

3. Desa Pinamula Baru & Jatimulya: Rehabilitasi Pura

Di wilayah dengan populasi umat Hindu yang signifikan, masyarakat Desa Pinamula Baru dan Jatimulya mengusulkan adanya rehabilitasi Pura. Sarana ibadah tersebut membutuhkan perbaikan fisik agar tetap layak digunakan dan nyaman bagi umat dalam menjalankan ritual keagamaan.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, I Wayan Gara menjelaskan bahwa sebagian besar kebutuhan yang disampaikan warga sebenarnya telah tercantum dalam dokumen hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat desa.

“Aspirasi ini bukan hal baru, melainkan konfirmasi ulang dari apa yang sudah direncanakan desa. Kami berharap pemerintah daerah dapat memperhatikan usulan-usulan ini sesuai dengan skala prioritas dan kemampuan anggaran,” jelas I Wayan Gara.

Ia menegaskan bahwa tugas anggota DPRD adalah memastikan suara dari tingkat desa tidak tenggelam, melainkan menjadi bahan pertimbangan kuat dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Selain menyerap aspirasi formal, I Wayan Gara,S.Sos.,M.Kes,  juga menunjukkan kepedulian sosial melalui bantuan pribadi kepada masyarakat. Di Desa Tang, ia menyerahkan:

1. Satu unit Sound System Mini untuk keperluan Majelis Taklim.

2. Bantuan dana sebesar Rp2,5 juta untuk pembelian alat permainan edukatif bagi anak-anak Taman Kanak-Kanak (TK).

Langkah ini diambil untuk memberikan dampak langsung dan segera dirasakan manfaatnya oleh kelompok rentan dan lembaga keagamaan di tengah menunggu realisasi proyek infrastruktur jangka panjang.

Mengingat kondisi keuangan daerah yang saat ini menerapkan kebijakan efisiensi anggaran, I Wayan Gara mengakui adanya tantangan dalam merealisasikan seluruh usulan sekaligus. Namun, ia berkomitmen untuk terus memperjuangkan aspirasi tersebut melalui mekanisme legislasi dan penganggaran.

“Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang sedang diterapkan, kami tetap berkomitmen menjaring dan memperjuangkan aspirasi masyarakat. Semoga berbagai usulan yang telah disampaikan dapat terlaksana dan direalisasikan sesuai kemampuan serta prioritas pemerintah daerah,” ujarnya.

Ia berharap sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, eksekutif (Pemkab), dan legislatif (DPRD) dapat terus terjalin erat. Dengan kolaborasi yang baik, program-program pembangunan yang dibutuhkan masyarakat dapat diwujudkan secara bertahap demi meningkatkan kualitas hidup warga di Kecamatan Bokat, Bukal, Momunu, dan Tiloan.***

Editor: SYAFRI SAKULA ( PAPINK )

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *