Poto. : Wawan laindjong
BUOL,SULTENG | FAKTAINFODESA – Bupati Buol, H. Risharyudi Triwibowo, MM, memimpin rapat koordinasi terkait rencana pembangunan dan pengembangan Pabrik Garam. Kegiatan strategis ini berlangsung di Ruang Rapat Bupati, Kantor Bupati Buol.
Rapat ini dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah dan teknis terkait, antara lain Sekretaris Daerah, Moh.Yamin Rahim, SH.,MH , Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Politik, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala BPKAD, Moh.Kasim Ali,SE , Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan, Agus Zainal,ST, serta Direktur Utama Perumda Buol Berkah,Ahmad Andimakka,S.Ag.,Mpd
Turut hadir mendampingi pula Plt. Kepala Bagian Perekonomian dan SDA, Plt. Kepala Bagian Pemerintahan, Camat Bunobogu, jajaran teknis dinas terkait, Kepala Desa Tamit, Ramli K.Sulu , serta tokoh masyarakat H. Lutpaker dan Zainudin Hamir
Pertemuan ini membahas secara komprehensif langkah-langkah konkret dalam mewujudkan industri garam yang modern dan terintegrasi di Kabupaten Buol, khususnya yang akan berlokasi di wilayah Kecamatan Bunobogu yang dikenal memiliki potensi sumber daya alam pantai yang sangat besar.
Dalam arahannya, Bupati menekankan pentingnya mengubah pola pikir dari sekadar penambangan atau produksi garam mentah menjadi industri pengolahan yang memiliki nilai tambah ekonomi tinggi.
“Kita tidak boleh hanya menjual bahan mentah. Melalui pembangunan pabrik garam ini, kita ingin mengolahnya menjadi produk yang berkualitas, baik untuk kebutuhan konsumsi masyarakat maupun kebutuhan industri, sehingga nilai ekonominya meningkat signifikan,” tegas Bupati.
Rapat juga membahas skema pengelolaan yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, BUMD/Perumda, hingga keterlibatan masyarakat setempat. Diharapkan kehadiran pabrik ini tidak hanya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi juga membuka lapangan kerja baru dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat di Kecamatan Bunobogu dan sekitarnya.
Berbagai aspek dibahas secara detail, mulai dari ketersediaan lahan, teknis produksi, pemasaran, hingga aspek pendanaan dan regulasi yang mendukung. Pemerintah daerah berkomitmen untuk memfasilitasi dan mendorong agar proyek strategis ini dapat segera direalisasikan.
Keberadaan pabrik garam ini diharapkan mampu menjadikan Kabupaten Buol sebagai salah satu sentra produksi garam yang mandiri, tidak hanya memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga memiliki daya saing untuk dipasarkan hingga ke luar daerah maupun ekspor.
Dengan tersusunnya rencana yang matang dari rapat ini, langkah selanjutnya akan segera ditindaklanjuti melalui kajian teknis dan penyusunan proposal yang akan diajukan guna mendukung kelancaran pelaksanaan program tersebut.***
Sumber : humas prokopimda
Editor : Tim Redaksi









