Beranda / Berita Daerah / Keresahan Warga Buol Memuncak, Anjungan Lapangan Leok 1 Diduga Beralih Fungsi Jadi Sarang Pesta Miras

Keresahan Warga Buol Memuncak, Anjungan Lapangan Leok 1 Diduga Beralih Fungsi Jadi Sarang Pesta Miras

Poto istimewa : Info buol

BUOL,SULTENG|FAKTAINFODESA – Suasana seharusnya tenang dan nyaman di Anjungan Lapangan Leok 1, salah satu ikon ruang terbuka hijau di Kabupaten Buol, kini berubah menjadi sumber kecemasan bagi warga setempat. Fasilitas umum yang dibangun untuk rekreasi keluarga dan olahraga ini diduga kuat telah beralih fungsi menjadi tempat berkumpulnya sekelompok orang untuk mengonsumsi minuman keras (miras) secara terbuka, terutama saat malam hari.

Berdasarkan pantauan dan laporan yang diterima dari sejumlah warga, aktivitas negatif tersebut tidak lagi dilakukan secara sembunyi-sembunyi. Kelompok tertentu terlihat leluasa menggelar pesta miras di area anjungan, menciptakan suasana yang tidak kondusif dan menakutkan bagi pengunjung lain yang ingin bersantai.

Warga Terintimidasi dan Takut Berkunjung

Dampak dari fenomena ini sangat terasa bagi masyarakat sekitar. Banyak keluarga yang sebelumnya rutin mengunjungi lokasi tersebut untuk berolahraga sore atau menikmati angin malam, kini memilih untuk tidak datang lagi.

“Kami merasa tidak aman. Anak-anak takut untuk bermain di sana karena sering melihat orang-orang yang sudah mabuk berkeliaran. Suasananya jadi seram, apalagi kalau sudah malam,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya, mewakili kekhawatiran banyak orang tua di Buol.

Kehadiran kelompok peminum miras ini dinilai berpotensi memicu keributan dan tindakan kriminal lainnya. Warga khawatir akan keselamatan jiwa dan harta benda jika tetap memaksakan diri berkunjung ke lokasi yang seharusnya menjadi aset kebanggaan daerah tersebut.

Tanda Tanya Besar: Kemana Aparat?

Keprihatinan warga semakin dalam lantaran kondisi ini reportedly telah berlangsung cukup lama tanpa adanya penanganan serius. Masyarakat mempertanyakan peran serta tanggung jawab pihak terkait, baik itu pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pariwisata, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), maupun jajaran kepolisian setempat.

“Hingga saat ini, kami belum melihat adanya patroli rutin atau tindakan tegas. Seolah-olah lokasi ini dibiarkan begitu saja menjadi sarang kejahatan. Padahal, aturan tentang larangan konsumsi miras di tempat umum sudah jelas,” tambah warga lainnya dengan nada kecewa

Ketidakhadiran aparat di lokasi dinilai sebagai bentuk kelalaian yang membiarkan norma dan ketertiban umum terusik. Hal ini kontras dengan beberapa operasi yang sesekali dilakukan di lokasi lain, sementara di titik strategis seperti Anjungan Leok 1 justru seolah luput dari pengawasan.

Desakan Langkah Konkret

Menyikapi kondisi yang meresahkan ini, masyarakat mendesak agar seluruh pemangku kepentingan segera bergerak cepat. Bukan hanya sekadar janji, warga menuntut aksi nyata untuk mengembalikan fungsi Anjungan Lapangan Leok 1 sebagai ruang publik yang aman dan beradab.

Beberapa langkah konkret yang diharapkan warga meliputi:

1. Peningkatan Patroli Rutin: Keberadaan aparat keamanan dan Satpol PP harus dirasakan langsung di lapangan, terutama pada jam-jam rawan (malam hari), untuk memberikan efek jera dan rasa aman.

2. Penertiban Pedagang Sekitar: Dilakukan pengawasan ketat terhadap warung atau kios di sekitar lokasi yang terindikasi menjual atau memfasilitasi peredaran miras ilegal.

3. Penegakan Peraturan Daerah: Penerapan sanksi tegas bagi pelanggar dan pembatasan jam operasional jika diperlukan, demi menjaga moralitas dan ketertiban umum

Anjungan Lapangan Leok 1 adalah aset daerah yang dibangun menggunakan uang rakyat untuk kesejahteraan rakyat. Warga berharap pemerintah dan aparat tidak tinggal diam melihat “rumah bersama” ini rusak oleh aktivitas negatif. Pengembalian fungsi lokasi ini menjadi ujian keseriusan pemerintah daerah dalam melayani dan melindungi warganya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemkab Buol maupun Polresta Buol terkait rencana penertiban khusus di lokasi tersebut. Warga masih menunggu realisasi tindakan nyata sebelum situasi bertambah buruk.***

(Redaksi)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *