SIGI,SULTENG|FAKTAINFODESA– Kemeriahan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXXI Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah yang digelar di Kabupaten Sigi semakin terasa sejak hari pertama. Salah satu momen yang paling mencuri perhatian publik dan menjadi sorotan utama media adalah pelaksanaan Pawai Ta’aruf, di mana kontingen dari Kabupaten Buol sukses tampil memukau dengan barisan yang rapi, kreatif, dan sarat makna religius.

Di bawah kepemimpinan Ketua Kafilah, Drs. Kasim Rauf, M.Si., rombongan Kabupaten Buol membawa semangat kebersamaan dan identitas budaya yang kuat. Kehadiran mereka di jalan-jalan protokol Kabupaten Sigi langsung disambut hangat oleh ribuan warga serta penonton yang memadati rute pawai, menciptakan suasana meriah dan penuh antusiasme.
Pusat perhatian dari seluruh rangkaian kafilah Buol tertuju pada mobil hias (float) yang mengusung tema “Arsitektur Islam Nusantara”. Mobil ini menampilkan replika atau miniatur masjid yang megah, detail, dan artistik.
Miniatur masjid tersebut bukan sekadar hiasan estetis, melainkan simbol mendalam yang melambangkan:

1. Keteguhan Iman: Sebagai fondasi spiritual masyarakat Buol.
2. Pusat Syiar Islam: Menegaskan peran masjid sebagai jantung kegiatan dakwah dan pendidikan Al-Qur’an.
3. Komitmen “Membumikan Al-Qur’an”: Representasi nyata dari visi Kabupaten Buol (Bumi Pogogul) dalam menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup sehari-hari.
“Pawai Ta’aruf ini bukan sekadar iring-iringan biasa, melainkan ajang silaturahmi akbar sekaligus syiar Islam. Miniatur masjid yang kami bawa adalah simbol bahwa Al-Qur’an harus selalu menjadi fondasi kehidupan kita, baik secara individu maupun bermasyarakat,” ujar Pimpinan Kafilah, Kasim Rauf, saat ditemui di lokasi pawai.
Desain miniatur masjid tersebut mendapat pujian dari berbagai pihak, termasuk panitia penyelenggara dan kafilah daerah lain, karena kerumitan pengerjaan dan pesan moral yang kuat yang disampaikan melalui visual tersebut.
Selain kemegahan mobil hias, daya tarik Kafilah Buol juga datang dari para peserta itu sendiri. Rombongan diisi oleh para Qari/Qariah (pembaca Al-Qur’an), Hafiz/Hafizah (penghafal Al-Qur’an), serta jajaran ofisial dan pendukung.
Mereka tampil anggun dan bersahaja mengenakan:
* Busana Muslim Khas Daerah: Menunjukkan identitas religius yang kuat.
* Aksesoris/Pakaian Adat Buol: Menyisipkan unsur budaya lokal sebagai bentuk kebanggaan terhadap akar tradisi Bumi Pogogul.
Kombinasi antara nuansa Islami dan kearifan lokal ini menciptakan harmoni visual yang unik, membedakan Kafilah Buol dari kontingen lainnya yang mungkin lebih fokus pada atribut modern atau seragam standar.
Partisipasi totalitas dalam Pawai Ta’aruf ini mengirimkan pesan jelas kepada publik dan kompetitor: Kabupaten Buol siap bersaing.
Kekompakan barisan, kreativitas konsep, dan semangat yang ditampilkan merupakan indikator kesiapan mental dan fisik para atlet. Kabupaten Buol menargetkan untuk tidak hanya berpartisipasi, tetapi berkompetisi secara sehat guna meraih prestasi terbaik di berbagai cabang lomba MTQ tingkat provinsi tahun ini.
Kemegahan dan ketertiban barisan Buol diharapkan dapat menjadi lecutan semangat bagi seluruh peserta MTQ lainnya untuk memberikan performa terbaik. Lebih dari sekadar mengejar juara, tujuan akhir dari kehadiran mereka adalah mensukseskan syiar Al-Qur’an di Sulawesi Tengah dan memperkuat ukhuwah islamiyah antar-daerah.
Foto-foto dan video singkat Pawai Ta’aruf Kafilah Buol dengan latar belakang miniatur masjidnya langsung viral di media sosial, khususnya di kalangan warga Buol dan Sigi. Banyak netizen yang berkomentar positif, menyatakan kebanggaan atas kreativitas dan keseriusan Pemkab Buol dalam mempersiapkan event bergengsi ini.
Dengan pembukaan yang impresif seperti ini, tekanan kini beralih ke arena pertandingan. Namun, dengan modal semangat dan doa yang telah ditunjukkan dalam pawai, Kafilah Buol optimis dapat membawa pulang medali dan mengharumkan nama Bumi Pogogul di kancah provinsi.***
Sumber: diskominfo
Editor : Arif Chandra Kirana,AMD A.pkt









