BUOL,SULTENG | FAKTAINFODESA – Pemerintah Kabupaten Buol terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan fasilitas pelatihan kerja. Hal ini diwujudkan melalui distribusi sarana dan prasarana Balai Latihan Kerja (BLK) Buol Hebat sebagai bagian dari program strategis peningkatan kompetensi tenaga kerja daerah.
Hal tersebut disampaikan oleh Utusan Khusus yang membidangi BLK Buol Hebat, Jasri Butudoka, Ia menegaskan bahwa langkah ini merupakan upaya konkret pemerintah daerah dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan siap bersaing di dunia kerja. Program ini juga sejalan dengan visi pembangunan daerah di bawah kepemimpinan Bupati Buol, H. Risharyudi Triwibowo, MM dan Wakil Bupati, Dr. Moh. Nasir Dj. Daimaroto, SH., MH, dalam mendorong peningkatan keterampilan masyarakat menghadapi tantangan pasar kerja yang semakin kompetitif.
“Melalui BLK Buol Hebat, masyarakat diharapkan dapat memperoleh keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, sehingga mampu meningkatkan peluang kerja dan kesejahteraan,” ujar Jasri.
Pemerintah daerah menekankan dua prinsip utama dalam pengelolaan BLK, yakni training and placement yang memastikan peserta pelatihan memiliki peluang kerja setelah menyelesaikan pelatihan, serta prinsip the right man in the right place dalam penempatan tenaga kerja sesuai dengan kompetensi masing-masing.
Saat ini, sarana dan prasarana BLK Buol Hebat telah tersedia secara lengkap. Fasilitas tersebut meliputi gedung workshop, asrama (mess), gedung instruktur, gedung kantor, hingga area praktik alat berat seperti ekskavator. Seluruh peralatan pelatihan juga telah didistribusikan dan ditempatkan di lokasi BLK sebagai bentuk kesiapan awal operasional.
Meskipun fasilitas fisik telah siap, operasional BLK Buol Hebat masih menunggu penyelesaian aspek regulasi. Pemerintah daerah saat ini tengah memproses peraturan bupati terkait pembentukan unit pelaksana teknis daerah (UPTD) serta susunan organisasi dan tata kerja (SOTK) untuk memastikan BLK memiliki dasar hukum yang kuat dan tata kelola kelembagaan yang jelas sebelum beroperasi secara penuh. Selain itu, masih terdapat beberapa aspek teknis lainnya yang sedang dalam tahap penyempurnaan, seperti penetapan dan penempatan SDM pengelola, penyusunan dokumen perencanaan operasional, pengembangan program pelatihan berbasis kompetensi, serta pengalokasian anggaran operasional.
Untuk mendukung kesiapan operasional, pengamanan kawasan BLK sudah dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) selama 24 jam. Bupati Buol juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga dan memelihara fasilitas BLK Buol Hebat sebagai aset daerah yang berharga.***









