PALU,SULTENG|FAKTAINFODESA– Pemerintah Kabupaten Buol, melalui Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) serta Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), terus berkomitmen mengangkat potensi lokal ke panggung yang lebih luas. Sebagai bukti nyata komitmen tersebut, dua perwakilan terbaik dari Bumi Pogogul dikirim untuk mengikuti program bergengsi “Citra Nusa Tahun 2026” yang diselenggarakan di Swiss-Belhotel Palu, pada 11–13 Mei 2026.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Bank Indonesia bekerja sama dengan Dekranasda Provinsi Sulawesi Tengah ini bertujuan untuk mengkurasi dan membina para pengrajin tenun, batik, serta desainer fashion se-Sulawesi Tengah agar mampu bersaing di pasar nasional hingga global.

Duta Wastra Buol: Vina Livina & Katarina Soinbala
Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda Kabupaten Buol, Ny. Shinta Andriani Ningsih, secara selektif mengutus dua talenta muda berbakat untuk mewakili Kabupaten Buol dalam ajang strategis ini:
1. Vina Livina (Kelurahan Kali): Berpartisipasi sebagai Desainer Fashion. Vina dikenal memiliki visi modern dalam mengolah kain tradisional menjadi busana siap pakai yang relevan dengan tren terkini.
2. Katarina Soinbala (Desa Panilan Jaya): Berpartisipasi sebagai Pengrajin Tenun. Katarina merupakan representasi dari kearifan lokal masyarakat Buol yang menjaga kemurnian motif dan kualitas tenunan tangan.
Pemilihan kedua wakil ini didasarkan pada potensi kreativitas, konsistensi produksi, serta kemampuan mereka untuk menjadi agen perubahan dalam ekosistem wastra di Kabupaten Buol.
Salah satu nilai utama dari kegiatan Citra Nusa 2026 adalah adanya sesi coaching clinic dan kurasi produk one-on-one bersama Ali Charisma, seorang fashion designer nasional yang telah malang melintang dalam mengembangkan industri wastra Indonesia.
Selama tiga hari intensif, Vina dan Katarina akan mendapatkan pendalaman materi meliputi:
* Branding & Storytelling: Bagaimana menceritakan kisah di balik setiap helai benang dan motif agar memiliki nilai emosional bagi pembeli.
* Quality Control & Sustainability: Standar kualitas ekspor dan keberlanjutan bahan baku.
* Strategi Pemasaran & Merchandising: Teknik menampilkan produk agar menarik minat pasar modern dan internasional.
“Kami tidak hanya mengirim peserta, tapi kami mengirim harapan. Dengan bimbingan langsung dari Pak Ali Charisma, kami yakin Vina dan Katarina akan pulang membawa ilmu berharga untuk mentransformasi wastra Buol menjadi produk bernilai tinggi,” ujar Ny. Shinta Andriani Ningsih.
Program Citra Nusa tidak berhenti setelah acara selesai. Sebagai tindak lanjut, seluruh peserta, termasuk perwakilan Buol, akan mendapatkan pendampingan eksklusif selama dua bulan bersama tim Ali Charisma. Masa inkubasi ini dirancang untuk memastikan bahwa ilmu yang didapat dapat langsung diaplikasikan dalam pengembangan produk dan strategi bisnis mereka.
Selain itu, peserta juga memperoleh fasilitas akomodasi penuh di Swiss-Belhotel Palu dari tanggal 10 hingga 14 Mei 2026, memungkinkan mereka untuk fokus sepenuhnya pada pembelajaran dan jaringan (networking) dengan peserta dari kabupaten/kota lain di Sulawesi Tengah.
Partisipasi Kabupaten Buol dalam Citra Nusa 2026 sejalan dengan visi Pemda Buol untuk memperkuat ekonomi kreatif berbasis budaya. Wastra bukan sekadar kain, melainkan identitas dan aset ekonomi yang jika dikelola dengan baik, dapat meningkatkan pendapatan asli daerah dan kesejahteraan pengrajin.
Dengan adanya dukungan dari Bank Indonesia dan Dekranasda, diharapkan produk tenun dan fashion khas Buol dapat menembus pasar di luar Sulawesi Tengah, bahkan hingga ke kancah internasional. Langkah ini juga merupakan bentuk pelestarian budaya generasi muda agar tidak tergerus zaman, melainkan beradaptasi dan berkembang.
Masyarakat Kabupaten Buol diminta untuk terus mendukung karya putra-putri daerah seperti Vina dan Katarina, karena kemajuan mereka adalah kemajuan bersama bagi citra Kabupaten Buol.***
( REDAKSI_01 )










